Perwakilan Pendemo Bertemu Humas PT Polytama Propindo, Tuntutan Tetap Lanjut Tanpa Kehadiran PT Adi Karya

Indramayu, PillarDemokrasi.com – Aksi demonstrasi damai yang dilakukan oleh ribuan warga Desa Lombang dari Lembaga Penguatan Pemberdayaan dan Pembangunan Masyarakat (LPPPM) di halaman PT Polytama Propindo memasuki babak baru. Setelah berjam-jam melakukan orasi, beberapa perwakilan pendemo akhirnya dipertemukan dengan pihak Humas PT Polytama Propindo. Namun, pertemuan tersebut tidak dihadiri oleh perwakilan PT Adi Karya, pelaksana proyek EPC Jetty Kilang, yang menjadi salah satu target utama tuntutan massa.

Ketidakhadiran PT Adi Karya dalam pertemuan ini membuat kekecewaan di kalangan pendemo semakin memuncak. Koordinator aksi, Taufikurahman Kurdi, dengan tegas menyatakan bahwa aksi ini akan terus berlanjut hingga tuntutan mereka dipenuhi.

“Dengan tidak hadirnya PT Adi Karya dalam pertemuan ini, kami sepakat untuk terus melakukan orasi selama tiga hari berturut-turut sesuai dengan jadwal yang telah kami tetapkan. Jika tuntutan kami belum juga membuahkan hasil, kami akan melanjutkan aksi ini tanpa batas waktu hingga semua tuntutan kami dikabulkan,” tegas Taufikurahman di depan wartawan.

Massa tetap mengajukan sejumlah tuntutan, di antaranya agar PT Adi Karya memberdayakan masyarakat lokal di wilayah ring 1 sebagai tenaga kerja, menjalin hubungan industrial dengan pengusaha lokal terkait operasional proyek, dan memenuhi perjanjian kerja yang sebelumnya telah disepakati. Selain itu, mereka meminta PT Polytama Propindo meningkatkan program CSR yang lebih menyentuh kebutuhan masyarakat sekitar.

Para pendemo menegaskan bahwa perjuangan mereka bukan hanya untuk menuntut hak, tetapi juga memperjuangkan keberpihakan terhadap masyarakat lokal dalam pembangunan di wilayah mereka. “Kami ingin pihak perusahaan tahu bahwa kami serius. Hak-hak masyarakat lokal harus dihormati, dan kami tidak akan menyerah sampai hal ini diwujudkan,” ujar salah satu peserta aksi.

Hingga berita ini ditulis, massa masih bertahan di depan gerbang PT Polytama Propindo, dengan orasi yang terus dilanjutkan. Mereka berharap PT Adi Karya segera memberikan respon yang jelas dan menyelesaikan persoalan ini demi terciptanya hubungan yang lebih harmonis antara perusahaan dan masyarakat sekitar.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *