Indramayu, pillardemokrasi.com – Ratusan rumah di Blok Kebon, Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, terendam banjir rob setinggi lutut orang dewasa pada Rabu (29/01/2025). Banjir ini terjadi akibat curah hujan tinggi sejak malam sebelumnya, menyebabkan tanggul pembatas antara laut dan permukiman jebol dihantam ombak besar.

Akibat jebolnya tanggul tersebut, air laut dengan cepat masuk ke wilayah pemukiman, merendam rumah-rumah warga dan memaksa mereka mengungsi ke tempat yang lebih aman. Puluhan warga terdampak segera dievakuasi ke Posyandu Desa Kertawinangun, tempat pengungsian sementara yang telah disediakan.

Salah satu warga yang terdampak, Rudi (45), mengaku panik saat air mulai masuk ke rumahnya pada dini hari. “Air tiba-tiba naik cepat, kami hanya bisa menyelamatkan barang-barang yang mudah dibawa. Sekarang kami mengungsi di posyandu bersama warga lainnya,” ujarnya.
Sementara itu, Kuwu Kertawinangun Nuryasa menyambut baik kedatangan para pengungsi dari Desa Eretan Kulon. Ia memastikan bahwa posyandu tersebut dapat digunakan sebagai tempat penampungan sementara hingga kondisi membaik. “Kami siap membantu saudara-saudara kita dari Eretan Kulon. Saat ini, kebutuhan utama mereka adalah makanan, selimut, dan air bersih,” katanya.

Dinas terkait dan relawan telah dikerahkan untuk membantu para korban banjir rob ini. Tim BPBD Kabupaten Indramayu bersama masyarakat setempat bekerja keras untuk menanggulangi dampak bencana dan mencari solusi agar air segera surut. Beberapa organisasi kemanusiaan juga mulai mengirimkan bantuan logistik untuk para pengungsi.

Hingga saat ini, belum ada laporan korban jiwa akibat banjir rob ini. Namun, warga berharap pemerintah segera menangani tanggul yang jebol agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.
Bencana rob yang kerap melanda pesisir Indramayu ini menjadi pengingat pentingnya mitigasi bencana dan peningkatan infrastruktur tanggul untuk melindungi warga dari ancaman air laut pasang.











