Indramayu, PillarDemokrasi.com – Banjir rob melanda Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, Indramayu, selama empat hari terakhir menghadirkan kisah pilu. Salah satu warga, Warna (61), harus bertahan dalam kondisi sulit bersama anaknya yang lumpuh akibat tabrak lari.
Warna berharap tim medis dari Palang Merah Indonesia (PMI) atau pihak terkait dapat segera memberikan bantuan bagi anaknya.

Menurut RT Wanto, yang juga masih keluarga korban, pihak keluarga memang memilih tetap tinggal di rumah. “Memang itu keluarga saya, dan bapaknya tidak mau di pengungsian. Dia lebih fokus bertahan di rumah,” ujarnya. Sabtu, (01/02/2025).
Di sisi lain, plt.kepala BPBD kabupaten Indramayu Sutrisno menegaskan bahwa timnya selalu siap membantu warga yang membutuhkan evakuasi. “Setiap ada korban darurat, kami segera turun tangan. Seperti kemarin, ada yang lumpuh, kami bawa. Tapi dalam kejadian ini, tidak ada laporan masuk. Biasanya, kalau ada yang tidak mau dipindah ke pengungsian, tetap kami prioritaskan,” katanya.

Banjir rob yang kerap terjadi di pesisir Indramayu kali ini berdampak lebih besar pada kelompok rentan. Kepedulian dari pemerintah dan masyarakat luas sangat dibutuhkan agar tidak ada korban yang terabaikan.











