Indramayu, pillardemokrasi.com – MZK Institute sukses menggelar eFBinar ke-6 bertajuk “Wartawan Abal-Abal, Apakah Ada?” pada Sabtu, (01/02/2025). Webinar ini ditayangkan secara langsung melalui Facebook dan mendapat antusiasme tinggi dari netizen, dengan 52 like, 193 komentar, 1 kali dibagikan, dan 394 kali tayangan.
Dalam sesi ini, Martha Syaflina, S.E., CAHR., yang juga seorang trainer bersertifikat BNSP RI, Direktur Utama PT MZK, serta Pemimpin Redaksi, mengupas tuntas fenomena wartawan abal-abal yang sering meresahkan.
- Baca Juga:
- https://pillardemokrasi.com/serbuan-film-seru-di-bioskop-bandung-ayo-jangan-ketinggalan-tayang-akhir-pekan-ini/
- https://pillardemokrasi.com/kapus-losarang-sulit-dihubungi-wartawan-kesulitan-konfirmasi/
- https://pillardemokrasi.com/lumpuh-di-tengah-banjir-rob-keluarga-warna-bertahan-di-rumah-enggan-mengungsi/
- https://pillardemokrasi.com/komunitas-kijang-indramayu-bantu-korban-banjir-rob-di-eretan-kulon/
- https://pillardemokrasi.com/pemprov-jabar-selidiki-sertifikat-di-laut-subang-warga-dan-nelayan-protes/
- https://pillardemokrasi.com/pemcam-patrol-pantau-debit-air-sungai-bugel-siaga-24-jam-antisipasi-banjir/
Menurut Martha, wartawan abal-abal cenderung malas menulis dan membaca. Mereka lebih fokus membawa kartu pers dan melobi sana-sini demi mendapatkan keuntungan pribadi. Dengan cara ini, mereka berusaha meyakinkan calon korban agar percaya bahwa mereka benar-benar seorang wartawan.
“Kenyataannya, wartawan sejati adalah mereka yang menulis. Kalau pun ada kesalahan dalam tulisan, nanti ada redaksi di media masing-masing yang bertugas mengoreksi,” ujar Martha dalam webinar tersebut.

Diskusi ini membuka wawasan peserta tentang pentingnya membedakan wartawan profesional dan abal-abal. Martha menekankan bahwa jurnalis sejati bukan hanya sekadar mengaku sebagai wartawan, tetapi juga harus memiliki kompetensi dalam menulis dan memahami kode etik jurnalistik.
Webinar ini menjadi ajang edukasi bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap praktik oknum yang mengatasnamakan profesi wartawan untuk kepentingan pribadi. Bagi yang ingin menyaksikan ulang diskusi ini, tayangan dapat diakses melalui akun Facebook https://www.facebook.com/@marthasyaflina/.











