Indramayu, pillardemokrasi.com – Kabar duka kembali menyelimuti Desa Eretan Kulon, Indramayu. Setelah sempat surut, banjir rob kembali menerjang wilayah ini pada Kamis (06/02/2025) dini hari, menyusul hujan lebat yang mengguyur sejak pukul 01.00 WIB.
Ironisnya, posko bencana banjir yang sebelumnya didirikan di Desa Kertawinangun untuk menangani banjir rob pada 29-31 Januari 2025, baru saja dibubarkan oleh BPBD dengan alasan bahwa banjir besar hanya terjadi pada tanggal tersebut.
Keputusan ini membuat warga Blok Kebon Satu yang sempat mengungsi kembali ke rumah masing-masing pada 2 Februari 2025, berharap musibah rob tidak akan kembali. Namun, harapan mereka pupus sudah.

Hari ini, warga kembali dikejutkan dengan datangnya banjir rob. Beberapa relawan dari Paksi Idaman melalui unggahan di Facebook mengabarkan bahwa air kembali naik pada pukul 3 dini hari.
“Dulurrr… Banjir lagi airnya, hari ini Kamis tanggal 7 datang lagi, jam 3 tengah malam airnya naik,” tulis Yusup dari posko banjir Paksi Idaman Kandanghaur, yang bahkan sampai salah menyebut tanggal karena panik.
Warga yang masih trauma dengan kejadian sebelumnya pun dilanda kecemasan. Beberapa di antara mereka bahkan memeriksa tanggul yang jebol untuk memastikan tidak ada lagi tanggul lain yang jebol.

Kepanikan dan kekhawatiran warga sangat beralasan. Pasalnya, banjir rob ini bukan hanya sekadar air yang menggenangi rumah mereka. Banjir rob juga membawa serta lumpur dan sampah, merusak perabotan rumah tangga, dan menghancurkan mata pencaharian mereka.
Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil tindakan untuk mengatasi masalah banjir rob yang terjadi setiap tahun ini. Mereka membutuhkan solusi jangka panjang, bukan hanya bantuan sesaat.
Pemerintah daerah harus segera mencari penyebab utama banjir rob di wilayah ini dan menemukan cara untuk mengatasinya. Selain itu, pemerintah daerah juga harus memberikan bantuan yang memadai kepada warga yang terdampak banjir rob.

Banjir rob di Indramayu ini bukan hanya masalah lokal, tapi juga masalah nasional. Oleh karena itu, pemerintah pusat juga harus turun tangan untuk membantu mengatasi masalah ini.
Kita semua berharap musibah banjir rob di Indramayu ini segera berakhir dan warga bisa kembali hidup normal.











