Indramayu, pillardemokrasi.com – Maol (53), sosok yang ditunjuk oleh masyarakat Desa Loyang, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, sebagai pengelola cetak sawah, memberikan pernyataan terkait kegiatan yang telah ia jalani selama delapan tahun terakhir.
“Kami sudah delapan tahun berjalan membuat cetak sawah dan membantu masyarakat. Untuk tanahnya, kami kirim ke warga ataupun untuk pengarugan perusahaan yang membutuhkan,” ujar Maol.
Riky, seorang petani di Sumur Watu yang lahannya telah diubah menjadi sawah oleh Maol, membenarkan bahwa dulu lahan mereka hanya bisa ditanami singkong dan jagung, dengan tingkat kegagalan panen mencapai 50 persen. Namun, setelah diratakan oleh Maol, tanah mereka kini bisa ditanami padi dan menghasilkan panen yang baik.
“Benar dulu kami lahan hanya ditanami singkong, jagung dan 50 persen gagal panen, setelah di ratakan oleh bos Maol alhamdulillah tanah kami bisa ditanami padi dan bisa menghasilkan,” kata Riky.

Ketua LSM Bagaspati DPC Indramayu, Rudi, mengatakan bahwa kegiatan cetak sawah ini merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah sekaligus upaya untuk menjaga ketahanan pangan. Ia juga menambahkan bahwa banyak lahan yang tadinya tidak produktif telah diolah oleh Maol menjadi lahan yang produktif.
“Ini sebagai bentuk mendukung program cetak sawah dan sekaligus ketahanan pangan, banyak sudah lahan yang diolah oleh bos Maol lahan yang tadinya tidak produktif menjadi produktif,” ujar Rudi.











