Viral! Warga Geruduk Jembatan Cibocor Penghambat Rob, Bongkar Sendiri Karena Geram Janji Palsu Pemerintah Desa!

Indramayu, pillardemokrasi.com – Aksi heroik dan penuh kekecewaan mewarnai Desa Eretan Kulon, Blok Pang pang dua, kecamatan Kandanghaur, Puluhan warga secara sukarela turun tangan membongkar jembatan yang selama ini menjadi biang keladi menghambat cepatnya air rob surut yang kerap melanda permukiman mereka. Tindakan nekat ini dilakukan lantaran warga merasa geram dengan janji-janji tak kunjung terealisasi dari pemerintah desa terkait penanganan masalah tersebut. Minggu, (20/04/2024).

Robi, salah satu inisiator aksi, mengungkapkan bahwa keluhan terkait jembatan penghambat rob ini sudah berulang kali disampaikan kepada kepala desa. “Saya sudah meminta ke kepala desa, namun jawabannya selalu belum ada anggaran. Padahal ini untuk kepentingan bersama,” ujarnya dengan nada kecewa. Merasa aspirasinya tak digubris, Robi bersama rekan-rekannya akhirnya mengambil inisiatif untuk melakukan pembongkaran secara gotong royong.

Senada dengan Robi, Pa Rasmin mengungkapkan kekecewaan mendalam terhadap pemerintah desa. “Dari tahun kemarin kita sudah ngobrol dengan Kuwu Suparmo, dia bilang akan menggunakan dana talang. Tapi dari tahun kemarin sampai sekarang tidak dikerjakan oleh pemdes,” tuturnya. Akibatnya, kepercayaan masyarakat Blok Pangpang dua terhadap pemerintah desa semakin menipis. Setelah pembongkaran gorong gorong, warga juga berencana membersihkan sampah-sampah yang menyumbat aliran air di got.

 

Aksi spontan warga Blok Pangpang dua ini menjadi viral di media sosial, menuai pujian sekaligus kritikan terhadap kinerja pemerintah desa. Banyak warganet yang menyayangkan sikap pemerintah desa yang dinilai lamban dalam merespons keluhan masyarakat.

Sementara itu, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah desa terkait aksi pembongkaran jembatan oleh warga ini. Kisah ini menjadi potret bagaimana keputusasaan warga mendorong mereka untuk mengambil tindakan sendiri demi mengatasi permasalahan yang berdampak langsung pada kehidupan mereka sehari-hari.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *