Melestarikan Warisan Leluhur: Seni Sandiwara Jawa Warnai Syukuran Panen di Indramayu

Indramayu, pilardemokrasi.com – Seni sandiwara, khususnya seni ketoprak, yang merupakan warisan budaya adiluhung masyarakat Jawa, kembali memukau dalam perayaan adat syukuran Mapag Sri di Desa Sleman Lor, Indramayu. Pertunjukan drama tradisional ini, yang kaya akan unsur musik, tari, dan sastra, menjadi daya tarik utama dalam acara yang digelar sebagai ungkapan syukur atas hasil panen.

Diperkirakan berakar dari pertunjukan rakyat di pedesaan Jawa pada abad ke-19, seni ketoprak mengalami perkembangan pesat di Jawa Tengah, terutama di Yogyakarta dan Surakarta. Seiring waktu, pesonanya meluas hingga menjadi salah satu seni budaya yang dicintai di Jawa Barat.

Tim pilardemokrasi.com berkesempatan menyaksikan langsung kemeriahan syukuran Mapag Sri di Desa Sleman Lor. Di tengah semarak acara adat, kami bertemu dengan Kuwu (Kepala Desa) beserta perangkat desa dan para dalang sandiwara yang tengah memukau penonton dengan kepiawaian mereka.

Dukis Suhiro, Kuwu Desa Sleman Lor, menyampaikan bahwa acara ini bukan hanya sekadar tradisi, tetapi juga berfungsi sebagai hiburan dan tuntunan bagi masyarakat dalam menjalani kehidupan sehari-hari. “Melalui cerita-cerita yang ditampilkan dalam sandiwara, masyarakat dapat mengambil pelajaran dan nilai-nilai luhur,” ujarnya.

Mang Edi, adik kandung dari pemilik kelompok sandiwara Wira Mandala, yang ditemui di sela-sela pertunjukan, menambahkan bahwa sandiwara menjadi wadah yang efektif untuk menyampaikan sejarah dan kisah kehidupan masyarakat Jawa secara kolaboratif. “Kami berusaha menghidupkan kembali cerita-cerita masa lalu agar generasi muda tetap mengenal dan mencintai budayanya,” tuturnya dengan antusias.

Selain kemeriahan seni sandiwara, kesiapsiagaan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) Desa Sleman Lor juga patut diapresiasi. Di bawah komando Lurah Waryono, anggota Linmas yang dikenal sigap dan kompak ini secara bergantian melakukan patroli wilayah. Upaya ini dilakukan demi menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan masyarakat Desa Sleman Lor. Kehadiran mereka memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh warga yang merayakan syukuran panen.

Perpaduan harmonis antara pelestarian seni tradisi dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan menjadikan perayaan Mapag Sri di Desa Sleman Lor tidak hanya meriah, tetapi juga bermakna. Semoga semangat melestarikan warisan budaya dan menjaga ketertiban ini terus terjaga di tengah masyarakat Jawa Barat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *