Indramayu Perketat Jam Malam: Bentengi Generasi Muda dari Kenakalan

INDRAMAYU, Pilardemokrasi.com – Maraknya kenakalan remaja dan tindak kriminal yang meresahkan masyarakat mendorong pemerintah desa dan berbagai elemen di Indramayu untuk memperketat jam malam. Langkah ini merupakan bagian dari program pembinaan masyarakat yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari kepolisian, TNI, Satpol PP, pemerintah desa, karang taruna, hingga para tokoh adat, ulama, dan masyarakat.

Penertiban jam malam ini bukan tanpa alasan. Belakangan, kasus kenakalan jalanan, penyalahgunaan narkoba, hingga aksi mabuk-mabukan kian menjadi sorotan dan menimbulkan keresahan. Oleh karena itu, aturan ini diharapkan mampu menjadi benteng pencegahan terhadap berbagai tindak kriminal yang kerap viral di media sosial.

Pemerintah berkomitmen untuk menciptakan efek jera bagi para generasi muda, terutama yang masih berstatus pelajar. Tujuannya jelas, agar mereka tidak terjerumus pada perilaku yang dapat merusak diri sendiri dan lingkungan sekitar.

Upaya ini juga sejalan dengan surat edaran dari Gubernur Jawa Barat yang menekankan pentingnya tanggung jawab bersama dalam mendidik, membina, mencegah, dan mengarahkan generasi muda ke arah yang lebih baik.

Salah satu orang tua yang ditemui di lapangan menyambut baik aturan ini. “Kami sebagai orang tua sangat senang dengan adanya aturan dari Pak Gubernur ini. Jika dibiarkan, akan semakin banyak anak-anak yang terjerumus,” ujarnya. Kehadiran jam malam ini diharapkan dapat memberikan perlindungan dan bimbingan yang lebih terarah bagi masa depan generasi penerus bangsa.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *