Indramayu, Pillardemokrasi.com – Nurbaeti, seorang pedagang warung sekaligus wartawan aktif, mengaku menjadi korban dugaan intimidasi oleh sekelompok pemuda yang mengklaim diri sebagai anggota Karang Taruna Karang Anyar.
Insiden serius ini terjadi di kawasan Sport Center Karanganyar dan kini memicu sorotan publik serta komunitas pers lokal.
Peristiwa ini bermula saat sekitar 20 orang mendatangi warung Nurbaeti, Salah satu dari mereka, Angga, dikenal sebagai anggota aktif Karang Taruna.
Ketegangan memuncak ketika seorang oknum berinisial Tuleg diduga membalikkan meja warung sambil melontarkan umpatan dan ancaman.
“Woy, kamu sebagai apa di Sport Center? Kirik! Anjing!” teriak Tuleg, sebagaimana ditirukan Nurbaeti kepada awak media.
Nurbaeti mengungkapkan bahwa ia, sebagai jurnalis dan pedagang, merasa sangat terancam.
Putrinya, Ica, yang berada di lokasi juga mengalami perlakuan verbal yang tidak pantas.
“Sebagai jurnalis dan pedagang kecil, saya merasa sangat tidak nyaman.
Ini tindakan tidak pantas dan akan saya laporkan ke polisi,” tegas Nurbaeti, menunjukkan keseriusannya.
Menanggapi insiden ini, Danang, Sekretaris Jenderal Karang Taruna Kabupaten Indramayu, menyatakan organisasinya tidak akan mentolerir tindakan yang mencoreng nama baik Karang Taruna.
“Kami akan menindak tegas. Jika yang bersangkutan terbukti bersalah, silakan laporkan kepada pihak berwajib,” ujar Danang, menegaskan komitmen organisasinya.
Peristiwa ini kini menjadi perhatian luas masyarakat dan komunitas pers lokal.
Banyak pihak menilai aksi tersebut sebagai bentuk arogansi yang tidak mencerminkan semangat kepemudaan yang santun dan solutif.
Diharapkan, kasus ini dapat ditangani serius oleh pihak berwenang untuk menegakkan keadilan dan mencegah terulangnya insiden serupa.











