Cirebon, pillardemokrasi.com – Kesabaran warga Desa Ujunggebang dan Desa Luwung Kencana, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon, akhirnya habis. Merasa geram dengan kondisi jalan kabupaten yang tak kunjung diperbaiki, mereka melancarkan aksi protes unik dan mencolok dengan memblokade jalan menggunakan gundukan tanah berbentuk kuburan dan menanami pohon pisang di sepanjang ruas jalan yang rusak parah.
Aksi ini merupakan puncak kekecewaan warga terhadap Pemerintah Kabupaten Cirebon yang dinilai ingkar janji. Aripin, salah seorang warga Desa Luwung Kencana Blok Gebang Sari, mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Cirebon sebelumnya telah berjanji akan memulai perbaikan pada April 2025. Namun, hingga Juli 2025, tidak ada tanda-tanda perbaikan, memicu kemarahan kolektif. “Sudah dijanjikan bulan April mau diperbaiki, tapi sampai saat ini belum ada tindakan apa-apa,” ujar Aripin pada Kamis (17/07/2025).
Aripin juga menyoroti pentingnya akses jalan di Kecamatan Susukan yang merupakan ujung barat Kabupaten Cirebon dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Majalengka serta Kabupaten Indramayu. Ironisnya, kondisi jalan yang rusak ini sebelumnya sudah ditinjau langsung oleh Pj Bupati Cirebon Wahyu Mijaya, didampingi Kapolresta Cirebon, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua DPRD, dan anggota DPRD Kabupaten Cirebon, Abdul Qodir.
Meskipun proyek perbaikan jalan disebut-sebut sudah dilelang, namun belum ada realisasi di lapangan. Hal ini tentu saja menambah kekecewaan mendalam di kalangan masyarakat. Mereka berharap agar Pemerintah Kabupaten Cirebon segera bertindak cepat untuk memperbaiki jalan di wilayah Ujunggebang dan Luwung Kencana. Pasalnya, kondisi jalan yang rusak ini sudah sering menimbulkan korban, terutama bagi anak-anak sekolah yang melintasinya.
Aksi blokade dengan replika kuburan dan tanaman pisang ini diharapkan menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah untuk segera merespons tuntutan warga dan merealisasikan perbaikan infrastruktur yang telah lama dinanti.











