Aksi Damai Warga Krangkeng Tuntut Transparansi dan Prioritas Tenaga Kerja Lokal dari PT Sun Bright Lestari

INDRAMAYU, Pillardemokrasi.com – Ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Se-Kecamatan Krangkeng menggelar aksi damai di depan PT Sun Bright Lestari pada Rabu, 27 Agustus 2025.

Aksi ini bertujuan menuntut kejelasan dan komitmen dari perusahaan pabrik sepatu tersebut untuk memprioritaskan rekrutmen tenaga kerja dari warga lokal. Tuntutan utama mereka mencakup penghapusan “upeti” kerja, transparansi dalam proses rekrutmen, dan penyediaan pelatihan bagi calon pekerja.

Kronologi dan Tuntutan Massa Aksi

Aksi dimulai dengan iring-iringan massa yang melakukan long march menuju area pabrik, yang merupakan salah satu pabrik sepatu terbesar di wilayah tersebut.

Dengan membawa spanduk dan poster yang berisi aspirasi mereka, para pengunjuk rasa menyampaikan kekecewaan terhadap dugaan praktik rekrutmen yang tidak adil. Tuntutan yang disuarakan oleh Aliansi Masyarakat Se-Kecamatan Krangkeng mencakup lima poin utama:

1. Hapus Model Upeti Kerja: Massa mendesak agar praktik ilegal berupa pungutan uang atau “upeti” untuk mendapatkan pekerjaan segera dihapus. Mereka menegaskan bahwa kesempatan kerja harus diberikan berdasarkan kompetensi, bukan pembayaran.

2. Prioritas Tenaga Kerja Lokal: Masyarakat menuntut agar PT Sun Bright Lestari memberikan kesempatan kerja secara maksimal kepada warga Krangkeng dan sekitarnya.

3. Transparansi Rekrutmen: Proses rekrutmen diminta untuk dilakukan secara terbuka dan dapat diakses oleh publik, sehingga semua calon pekerja memiliki kesempatan yang sama tanpa diskriminasi.

4. Penyelenggaraan Pelatihan: Aliansi juga menuntut perusahaan untuk mengadakan pelatihan kerja khusus bagi warga setempat, sehingga mereka memiliki keterampilan yang relevan dan siap bersaing.

5. Pelibatan Masyarakat dalam Kebijakan: Masyarakat menuntut untuk dilibatkan dalam penyusunan kebijakan rekrutmen, memastikan bahwa aspirasi mereka terakomodasi dengan baik.

Aksi damai ini berlangsung dengan tertib di bawah pengawasan aparat keamanan. Hingga saat berita ini ditulis, perwakilan massa aksi sedang melakukan negosiasi dengan pihak manajemen perusahaan untuk mencari solusi tuntutan mereka.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *