Indramayu, pillardemokrasi.com – Sebanyak 724 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Anjatan, Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu, menerima bantuan pangan cadangan beras pemerintah (BP-CBP) tahap ke-9. Penyaluran berlangsung tertib dan lancar pada Jumat (06/12), dengan pengawasan ketat dari pihak terkait untuk memastikan bantuan tersalurkan tepat sasaran. 6 Desember 2024
Warga Sambut Baik dan Bersyukur
Penerima manfaat mengungkapkan rasa syukur atas bantuan tersebut, yang sangat membantu di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok. Salah satu penerima, Castipan, menyampaikan, “Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah. Bantuan ini sangat meringankan beban kami.”
Hal senada diutarakan oleh Suresih, yang menganggap bantuan ini sebagai berkah di saat sulit. “Alhamdulillah, beras ini sangat membantu keluarga kami,” ujarnya.
Proses Penyaluran Tertib dan Transparan
Nurkadi, pengurus penyaluran bantuan, menjelaskan bahwa distribusi bantuan dilakukan secara terstruktur dengan pencatatan data yang rapi untuk menghindari kesalahan. “Kami memastikan administrasi data penerima manfaat tercatat dengan baik sehingga pendistribusian tepat sasaran. Harapannya, bantuan ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa seluruh proses penyaluran berlangsung transparan, dengan sistem pengawasan yang memastikan tidak ada penerima fiktif.
Dukungan dan Arahan Pihak Kecamatan
Hadi, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Anjatan, turut memberikan arahan kepada masyarakat agar tidak ragu bertanya terkait mekanisme bantuan. “Kami siap membantu masyarakat yang membutuhkan informasi agar program ini bisa berjalan maksimal,” tegasnya.
Kuwu Desa Anjatan, Tarli, juga menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah atas program BP-CBP ini. “Dengan bantuan ini, semoga beban ekonomi masyarakat sedikit berkurang. Kami berharap program ini terus berlanjut agar semakin banyak warga yang merasakan manfaatnya,” harap Tarli.
Program bantuan beras ini merupakan salah satu langkah pemerintah pusat untuk mengatasi dampak inflasi dan kesulitan ekonomi masyarakat. Harapannya, program ini dapat terus dilanjutkan guna menjangkau lebih banyak penerima manfaat di masa mendatang.











