Indramayu, pillardemokrasi.com – Seorang bocah SD di Desa Cilandak Lor mengalami luka serius di wajah akibat ledakan petasan yang ia mainkan tanpa pengawasan. Insiden tragis ini terjadi pada Minggu sore (9/3/2025), menjelang waktu berbuka puasa.
Informasi mengenai kejadian ini pertama kali beredar melalui unggahan Facebook Ade Hadi Nurohman. Dalam unggahan tersebut, disebutkan bahwa korban merupakan siswa SDN 2 Cilandak Lor yang mengalami luka parah dengan kulit wajah terkelupas akibat ledakan petasan.
Unggahan itu pun menuai banyak komentar dari warganet. Sebagian besar mendoakan kesembuhan korban, sementara lainnya mempertanyakan jenis petasan yang menyebabkan luka parah tersebut. “Petasan apa sampai seperti itu? Paling juga petasan menggunakan minyak,” tulis seorang warganet bernama Ayahe Devita.
Belakangan, banyak anak-anak yang semakin kreatif dalam merakit petasan sendiri menggunakan bahan-bahan bekas seperti kaleng susu atau kaleng rokok. Hal ini tentu meningkatkan risiko kecelakaan, terutama jika tidak ada pengawasan dari orang tua.
Menyikapi insiden ini, masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap anak-anak yang bermain petasan, terutama saat bulan Ramadan. Para orang tua diminta untuk mencegah anak-anak bermain petasan atau setidaknya mendampingi mereka agar kejadian serupa tidak terulang.
Pencegahan lebih baik daripada mengobati, dan keselamatan anak-anak harus menjadi prioritas utama.











