Indramayu, Pillardemokrasi.com – Perum Bulog Cabang Indramayu mencatat prestasi gemilang dalam serapan gabah petani. Hingga akhir Mei 2025, realisasi serapan setara beras mencapai 114 ribu ton, melampaui target awal 112 ribu ton atau setara 102 persen.
Pencapaian ini menegaskan posisi Indramayu sebagai salah satu lumbung pangan utama.
Keberhasilan luar biasa ini didukung oleh luasnya lahan pertanian di Kabupaten Indramayu yang mencapai 125.442 hektare.
Dengan mencakup persawahan yang masif, Bulog Indramayu mampu memaksimalkan penyerapan hasil panen dari petani lokal.
Kolaborasi Strategis Jadi Kunci Utama
Pimpinan Cabang Bulog Indramayu, Sri Wahyuni, mengungkapkan bahwa kesuksesan ini tak lepas dari kolaborasi lintas sektor, terutama peran vital Tentara Nasional Indonesia (TNI) di lapangan.
“Peranan TNI sangat dibutuhkan dalam swasembada pangan, apalagi luasan serapan gabah di Indramayu cukup besar.
Bulog Indramayu harus tetap bersinergi dengan TNI, apalagi itu sudah tertuang dalam Inpres Nomor 6 Tahun 2025,” jelas Sri Wahyuni pada Sabtu (7/6/2025).
Dalam operasionalnya, Bulog menggandeng Kodim 0616 Indramayu, serta para Komandan Rayon Militer (Danramil) dan Bintara Pembina Desa (Babinsa) di setiap desa. Para Babinsa dinilai memiliki peran krusial dalam mendorong petani untuk menjual hasil panen mereka ke Bulog.
“Bulog Indramayu sangat berterima kasih kepada para Babinsa di lapangan. Kehadiran mereka sangat membantu, apalagi mereka mensosialisasikan harga gabah kepada petani dan mendorong mereka untuk menjualnya ke Bulog,” tambah Sri Wahyuni.
Selain bersinergi dengan TNI, Bulog Indramayu juga memperkuat koordinasi dengan Polres Indramayu, Kejaksaan, dan Dinas Pertanian untuk mengoptimalkan pengawasan serta proses serapan gabah.
Indramayu Terdepan dalam Ketahanan Pangan Nasional
Secara nasional, angka serapan gabah di Indramayu mencapai 184 ribu ton, menjadikannya yang tertinggi se-Indonesia. Untuk kategori setara beras, Indramayu menduduki peringkat kedua setelah Cirebon.
Pencapaian ini bukan hanya menunjukkan efektivitas kolaborasi lintas lembaga, tetapi juga menjadi bukti nyata komitmen dalam menjaga ketahanan pangan nasional dan mendukung kesejahteraan petani lokal.











