Indramayu, Pillardemokrasi.com – Gelar juara Piala Bupati Indramayu 2025 berhasil direbut oleh Kecamatan Haurgeulis setelah mengalahkan Kecamatan Jatibarang dengan skor tipis 1-0 dalam laga final yang sengit.
Pertandingan yang berlangsung di GOR Tridaya Indramayu pada Minggu (6/7) malam ini, sayangnya, diwarnai insiden kericuhan antarsuporter sesaat setelah peluit akhir dibunyikan. Gol tunggal yang dicetak oleh pemain Haurgeulis menjadi penentu kemenangan dramatis, mengunci gelar juara dan memupus harapan Jatibarang untuk mengangkat trofi.
Laga final ini sendiri berjalan dengan tensi tinggi, menunjukkan determinasi kuat dari kedua tim dalam memperebutkan gelar.
Namun, euforia kemenangan Haurgeulis dan kekecewaan Jatibarang berujung pada aksi yang tak terduga di luar lapangan.
Berdasarkan pantauan di lokasi, ketegangan mulai terlihat menjelang akhir pertandingan dan memuncak setelah peluit panjang. Beberapa suporter kedua tim terlibat adu mulut yang berujung pada saling dorong dan pelemparan botol. Insiden ini sempat membuat suasana GOR Tridaya tegang.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kericuhan masih belum diketahui secara jelas. Pihak panitia penyelenggara pertandingan juga masih enggan memberikan keterangan resmi.
“Kami masih mengumpulkan informasi dan akan segera memberikan pernyataan setelah data lengkap kami dapatkan,” ujar salah seorang panitia yang memilih namanya tidak disebutkan.
Insiden ini tentu menyisakan keprihatinan mendalam bagi dunia sepak bola Indramayu. Sportivitas yang seharusnya menjadi inti setiap pertandingan tercoreng oleh aksi tidak bertanggung jawab tersebut.
Masyarakat Indramayu kini menantikan penjelasan resmi dari pihak berwenang mengenai akar masalah keributan ini, serta langkah-langkah konkret untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang, demi terwujudnya ajang olahraga yang aman dan menjunjung tinggi sportivitas.











