Indramayu, pillardemokrasi.com – Suara lantang ribuan petani yang tergabung dalam Serikat Tani Indramayu (STI) menggema di jalanan Indramayu pada Rabu (12/3/2025). Aksi unjuk rasa besar-besaran ini menjadi sorotan, dengan ribuan petani memadati Sport Center Indramayu sebelum bergerak menuju Kantor Pertanahan ATR/BPN Indramayu, Gedung DPRD Indramayu, dan Kantor Bupati Indramayu.
Dengan membawa replika alat-alat pertanian dan menampilkan kesenian khas Indramayu, para petani menyuarakan “TriTuraNi” (Tiga Tuntutan Rakyat Tani) yang menjadi inti dari aksi mereka:

* Reforma Agraria Sejati: Para petani menuntut realisasi segera reforma agraria sebagai wujud keadilan sosial. Mereka juga mendesak DPRD Kabupaten Indramayu untuk mengesahkan Perda Reforma Agraria 2025, dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat sipil.
* Pelaksanaan Putusan MK No. 87/PUU-X1/2013: Implementasi maksimal Undang-Undang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani (Perlintan) menjadi tuntutan utama, termasuk pembinaan dan fasilitasi petani. Mereka juga menyoroti pentingnya penempatan kepala Dinas Pertanian yang kompeten.
* Irigasi Teknis Persawahan Tadah Hujan: Masalah irigasi, khususnya di sawah tadah hujan, menjadi fokus utama. Para petani menyoroti ironi pembangunan Bendungan Cipanas dan Sadawarna yang belum memberikan manfaat bagi sawah di sekitarnya, dan mendesak pemerintah daerah untuk membuat rencana irigasi yang jelas.
“Aksi ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap kebijakan pemerintah di sektor pertanian,” tegas Damuri (Bongkring), Ketua STI, dalam orasinya. “Kami berharap, pemerintah segera merespons tuntutan ini demi mewujudkan kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani Indramayu.”

Aksi ini tidak hanya sekadar demonstrasi, tetapi juga sebuah pertunjukan seni dan budaya. Para petani membawa replika alat-alat pertanian, seperti bajak dan cangkul, serta menampilkan kesenian khas Indramayu, seperti tari topeng dan sintren. Hal ini menunjukkan bahwa aksi ini tidak hanya tentang tuntutan, tetapi juga tentang identitas dan kebanggaan petani Indramayu.
Setelah berorasi di depan Kantor BPN Indramayu dan bertemu dengan kepala BPN Indramayu, massa melanjutkan aksinya di Gedung DPRD Indramayu. Aksi ini menarik perhatian banyak pihak, dan diharapkan dapat menjadi momentum bagi pemerintah untuk lebih memperhatikan nasib petani Indramayu.











