Lembaga Sensor Film Gelar “Nonton Bareng” di Indramayu, Ajak Masyarakat Ciptakan Budaya Menonton Sehat

Indramayu, Pillardemokrasi.com – Lembaga Sensor Film Republik Indonesia (LSF RI) kembali menyelenggarakan Gerakan Nasional Budaya Sensor Film (GNBSF) di Indramayu.

Acara yang dikemas dalam bentuk “nonton bareng” ini bertujuan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menonton tayangan sesuai klasifikasi usia. Kegiatan yang berlangsung meriah di bioskop Sama Studios ini menjadi bukti nyata komitmen LSF RI dalam menciptakan budaya menonton yang cerdas dan bertanggung jawab.

Acara nonton bareng film edukatif berjudul “Penantian Buah Hati” ini disambut antusias oleh masyarakat Indramayu. Film ini dipilih karena mengandung pesan moral yang kuat dan sarat akan nilai-nilai kekeluargaan.

Edukasi Sensor untuk Generasi Muda

Ketua LSF RI, Dr. Naswardi, MM, ME, dalam sambutannya menegaskan bahwa GNBSF adalah upaya konkret LSF RI dalam membangun budaya menonton yang sehat. “Kami ingin mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam memilih tontonan, serta memahami pentingnya klasifikasi usia sebagai bentuk perlindungan bagi generasi muda dari konten yang tidak sesuai,” ujarnya.

Pernyataan ini sejalan dengan dukungan penuh dari Wakil Ketua Komisi I DPR-RI, Dr. Dave Akbarshah Laksono, ME, yang juga hadir dalam acara tersebut. Ia menekankan bahwa sensor tidak sekadar menyaring konten, tetapi juga membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya tontonan yang berkualitas dan sesuai dengan nilai budaya bangsa.

Dukungan Penuh dari Berbagai Pihak

Selain Dr. Naswardi dan Dr. Dave, kegiatan ini juga dihadiri oleh anggota LSF RI, Nusantara Husnul Khatimah Mulkan, yang aktif menyuarakan pentingnya literasi media. Turut hadir pula artis nasional Hasanah Al Rashid, salah satu pemeran dalam film “Penantian Buah Hati”, yang membagikan pengalaman menariknya selama proses syuting.

Dengan pembukaan acara oleh Dr. Dave Akbarshah Laksono, GNBSF di Indramayu diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk lebih selektif dalam memilih tontonan. Acara ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara LSF RI dan para pemangku kepentingan untuk terus memperjuangkan tontonan yang mendidik, sehat, dan sesuai dengan jati diri bangsa.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *