Indramayu, pillardemokrasi.com– Di tepi Sungai Kali Menir, pemandangan sore selalu dipenuhi dengan aktivitas yang khas dan menarik perhatian. Para mancing mania dari Cilandak, kecamatan anjatan, menjadikan lokasi ini sebagai tempat favorit mereka untuk memancing ikan belanak. Rutinitas memancing ini bukan hanya sekadar hobi, tetapi sudah menjadi bagian dari kehidupan mereka, sebuah kegiatan yang menawarkan kesenangan tersendiri sambil menikmati suasana alam terbuka.
Setiap hari, khususnya di sore hari, sekitar pukul 2 siang, para pemancing dari Cilandak sudah mulai tiba di Sungai Kali Menir, Mereka datang dengan persiapan sederhana namun efektif. Salah satu alat andalan mereka adalah botol bekas larutan cap Kaki Tiga yang digunakan sebagai alat penangkap ikan, Inovasi sederhana ini ternyata cukup membantu dalam menangkap ikan belanak, jenis ikan yang memang banyak ditemukan di sungai-sungai pesisir. Sabtu, (12/10/2024).
Namun, hal yang paling menarik dari kegiatan mancing mereka adalah penggunaan umpan yang unik. Umpan yang digunakan bukanlah umpan biasa. Para pemancing ini meramu campuran terigu, Royco, dan sari rasa durian sebagai umpan utama. Meski terdengar tidak lazim, kombinasi ini terbukti sangat efektif untuk menarik ikan belanak. “Campuran ini membuat ikan tertarik karena aromanya yang kuat dan teksturnya yang pas di air,” ungkap salah satu pemancing yang sudah berpengalaman.
Tidak hanya inovatif, umpan ini juga sangat ekonomis. Dengan modal Rp5.000, para pemancing bisa mendapatkan umpan yang cukup untuk seharian memancing. Bahkan, dalam satu sesi memancing, mereka bisa membawa pulang hasil tangkapan yang lumayan, berkisar antara 1 hingga 3 kilogram ikan belanak. Jumlah ini tentunya cukup memuaskan, bahkan banyak yang bisa mengisi plastik penuh dengan ikan hanya dengan menggunakan umpan murah tersebut.
Bagi para pemancing, kegiatan ini bukan sekadar berburu ikan, tetapi juga merupakan momen kebersamaan. Di tepi Sungai Kali Menir, suasana penuh keceriaan dan keakraban terjalin di antara mereka. Setiap orang berbagi pengalaman, tips memancing, hingga cerita tentang tangkapan besar yang pernah didapat. “Serunya bukan hanya soal ikan, tapi kita bisa berkumpul dan saling bercanda sambil menikmati suasana alam,” kata salah satu anggota komunitas mancing mania Cilandak.
Mereka biasanya akan memancing hingga pukul 6 sore, ketika langit mulai gelap. Meski tidak ada aturan yang ketat, sebagian besar pemancing sepakat bahwa sore adalah waktu terbaik untuk memancing belanak di sungai ini. Kondisi air yang tenang dan cahaya matahari yang perlahan redup menciptakan kondisi ideal untuk menarik ikan mendekat.
Seiring berjalannya waktu, Sungai Kali Menir semakin dikenal di kalangan pemancing, khususnya bagi mereka yang gemar menangkap belanak. Lokasinya yang tidak terlalu jauh dari jalur Pantura yang menuju jembatan baba jaring eretan.
Dengan rutinitas yang terus terjaga, Sungai Kali Menir tidak hanya menjadi tempat untuk mencari ikan, tetapi juga menjadi tempat berkumpulnya para pecinta alam dan pemancing dari berbagai daerah. Tradisi mancing belanak ini telah menjadi salah satu daya tarik tersendiri, baik bagi penduduk lokal maupun pengunjung dari luar daerah. Meskipun sederhana, kebahagiaan yang dirasakan para pemancing saat membawa pulang hasil tangkapan membuat setiap perjalanan ke Sungai Kali Menit selalu penuh makna.
Dari kegiatan ini, terlihat bagaimana perpaduan antara keahlian, kreativitas, dan kebersamaan dapat menciptakan pengalaman yang tak terlupakan. Para mancing mania dari Cilandak pun telah membuktikan bahwa hobi yang sederhana bisa memberikan hasil yang memuaskan, baik dari segi tangkapan ikan maupun kebersamaan yang terjalin.












