Indramayu, pillardemokrasi.com – Memasuki musim tanam padi, kawasan persawahan di Desa Sleman, Kecamatan Sliyeg, kembali hidup dengan aktivitas para petani. Namun, di Blok Kenclung, yang berbatasan dengan Desa Tambi, ada pemandangan unik yang menjadi daya tarik tersendiri. Alih-alih mencangkul sawah, warga justru memadati jalan beton hingga ke area persawahan untuk menikmati sensasi memancing ikan liar yang berkembang biak di lahan tergenang.
Berbagai jenis ikan seperti lele, gabus, keting, betok, hingga nila liat menghuni area persawahan ini, menjadikannya surganya para pemancing. Kaneri atau yang akrab disapa Kucir, seorang pemancing lokal yang dikenal lihai, memanfaatkan berbagai teknik mulai dari joran, jebakan jaring ikan betok, hingga pancing jegger yang berjajar di perairan sawah.
Menurut Dedi, salah satu pemancing yang kerap datang ke lokasi ini, pengalaman memancing di sawah bukan hanya soal hasil tangkapan, tetapi juga tentang menikmati keindahan alam. “Mlenak mancing di sawah gratis sekaligus menikmati pemandangan sawah,” ujarnya, Jumat (31/01/2025).
Rata-rata setiap pemancing bisa membawa pulang 1 hingga 2 kilogram ikan per hari. Ketika musim hujan tiba, jumlah pemancing semakin ramai, menciptakan suasana meriah di Blok Kenclung.
Tak hanya di Blok Kenclung, Indramayu memiliki banyak spot memancing alami yang menarik. Beberapa di antaranya adalah Kali Wirakepolo di Bendungan Setu hingga Kali Banjar Bulak, Jatibarang. Dengan kombinasi panorama pedesaan yang asri dan tantangan menangkap ikan di area sawah yang unik, wisata pemancingan ini menjadi hiburan murah meriah yang penuh keseruan.











