Indramayu, pillardemokrasi.com – MTsN 4 Indramayu terus menunjukkan komitmennya dalam mengintegrasikan teknologi ke dunia pendidikan dengan melaksanakan Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) Ganjil Tahun Pelajaran 2024/2025 berbasis smartphone. Kegiatan yang berlangsung selama enam hari, dari Senin (2/12) hingga Sabtu (7/12), ini diikuti oleh seluruh siswa kelas VII hingga IX.
Langkah inovatif ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi evaluasi pembelajaran, sekaligus mempersiapkan siswa menghadapi era digital. Dalam pelaksanaan asesmen, siswa mengerjakan soal-soal dari berbagai mata pelajaran menggunakan aplikasi khusus yang dirancang untuk ujian daring. Proses ini sekaligus mendukung upaya madrasah dalam mengurangi penggunaan kertas sebagai bagian dari kontribusi terhadap pelestarian lingkungan.
Kepala MTsN 4 Indramayu, H. Ahmad Fadlali, S.Ag., M.A., menjelaskan bahwa inovasi ini sejalan dengan visi madrasah untuk membangun sistem pendidikan modern yang berbasis teknologi. “Kami ingin siswa tidak hanya memahami materi pelajaran, tetapi juga terbiasa menggunakan teknologi dalam kegiatan akademik. Ini adalah bekal penting agar mereka lebih siap menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.
Selain itu, penggunaan teknologi dalam asesmen ini juga dinilai mampu memberikan pengalaman baru bagi siswa dalam menghadapi evaluasi akademik. Dengan perangkat smartphone yang telah akrab dalam kehidupan sehari-hari, siswa merasa lebih mudah beradaptasi dengan sistem ini.
Persiapan Matang dan Dukungan Teknis
Sebelum pelaksanaan ASAS berbasis smartphone, panitia telah memastikan kesiapan infrastruktur, seperti jaringan internet yang stabil, perangkat siswa, serta pelatihan penggunaan aplikasi kepada siswa dan guru. Selama ujian berlangsung, tim teknis madrasah juga bersiaga untuk membantu siswa yang mengalami kendala, seperti kesalahan teknis atau masalah jaringan.
Salah satu siswa kelas VII, Naisya, menyampaikan pengalamannya mengikuti asesmen berbasis digital ini. “Ujiannya terasa lebih praktis dan nyaman. Kami bisa mengerjakan soal lebih cepat tanpa harus menulis panjang di kertas,” katanya. Komentar positif seperti ini menunjukkan antusiasme siswa terhadap metode asesmen modern.
Pendidikan Berbasis Teknologi untuk Generasi Unggul
Langkah progresif ini tidak hanya memperlihatkan kesiapan MTsN 4 Indramayu dalam menyongsong pendidikan berbasis teknologi, tetapi juga membuktikan peran madrasah dalam membentuk generasi unggul yang berdaya saing global. Dengan penguasaan teknologi sejak dini, siswa diharapkan mampu menjawab tantangan dunia kerja dan pendidikan di masa depan.
MTsN 4 Indramayu menjadi salah satu contoh madrasah yang mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana pembelajaran. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan lainnya untuk mengadopsi sistem serupa.
Penerapan asesmen berbasis smartphone ini sekaligus menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya tentang mentransfer ilmu, tetapi juga bagaimana lembaga pendidikan dapat mendorong transformasi yang relevan dengan kebutuhan zaman.











