Indramayu, pillardemokrasi.com – Banjir rob kembali melanda Desa Eretan Kulon, Indramayu, setelah tiga titik tanggul penahan air laut jebol dari (29/30/31/01/2025) hingga Kini, warga dikejutkan dengan retaknya tanggul di belakang rumah Ibu Emah, Blok Kebuyut Sumur Sere. Air laut yang terus menghantam tanggul mulai merembes melalui celah-celah retakan, meningkatkan ancaman bagi warga sekitar.
Pantauan di lokasi pada Sabtu (1/2/2025), jam 10.00 wib semburan air dari retakan tanggul sepanjang 3 meter terdengar seperti desisan ular kobra. Kondisi ini membuat warga semakin panik, terlebih bagi Ibu Emah yang rumahnya berada tepat di belakang tanggul tersebut.
“Saya sudah berusaha bersama suami menahan ombak dengan tumpukan karung pasir, tapi air terus merembes. Kami takut rumah kami akan roboh,” ujar Ibu Emah dengan suara bergetar sambil meneteskan air mata.

Warga sekitar pun bergerak cepat melakukan langkah darurat dengan memperkuat tanggul secara mandiri. Namun, keterbatasan bahan dan tenaga membuat upaya tersebut belum maksimal. Mereka berharap pemerintah segera turun tangan untuk menangani kondisi kritis ini sebelum bencana semakin parah, Warga pun terus berjaga, mengantisipasi kemungkinan terburuk jika tanggul akhirnya jebol.
Fenomena banjir rob di pesisir Indramayu semakin sering terjadi akibat perubahan iklim dan abrasi pantai. Tanpa penanganan serius, banyak warga pesisir utara Jawa terancam kehilangan tempat tinggal mereka.











