Tragis, Kecelakaan Maut di Jalan Pantura Sukra: Satu Korban Meninggal Dunia

Indramayu, pillardemokrasi.com – Insiden kecelakaan lalu lintas yang memilukan kembali terjadi di Jalan Nasional Pantura. Kali ini, kecelakaan melibatkan sepeda motor Honda Scoopy dengan nomor polisi T 2262 YT dan truk gandeng Mitsubishi FM517H bernomor polisi L 8458 UY. Kejadian nahas itu berlangsung di Desa Sukra, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, sekitar pukul 09.10 WIB.

Korban diketahui bernama Apiyah (26), seorang ibu rumah tangga asal Dusun Benda, Desa Patrol Lor, Kecamatan Patrol. Sayangnya, nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian. Sabtu (18/01/2025).

Menurut keterangan dari saksi dan pihak kepolisian, kecelakaan bermula ketika truk gandeng yang dikemudikan oleh Pramunaji (48), warga asal Tuban, melaju dari arah Jakarta menuju Cirebon. Sementara itu, korban yang mengendarai sepeda motor Honda Scoopy kehilangan keseimbangan saat berada di jalur kanan.

Akibatnya, sepeda motor korban terjatuh tepat di depan truk yang sedang melaju. Karena jarak yang terlalu dekat, pengemudi truk tidak sempat menghindar dan menabrak korban. Tragisnya, sepeda motor korban terseret hingga sejauh 100 meter.

“Lokasi kejadian merupakan jalan lurus dengan kondisi cuaca cerah. Kami menduga korban kehilangan kendali karena faktor kelalaian atau kondisi kendaraan yang tidak stabil,” ungkap Kapolsek Sukra, IPDA Nanang Dasuki.

Saksi mata di lokasi, Iman (42) dan Bebeng (51), menjelaskan bahwa kecelakaan terjadi begitu cepat sehingga mereka tidak sempat memberikan pertolongan.

Petugas dari Satlantas Polres Indramayu segera datang ke lokasi untuk mengevakuasi korban dan mengamankan jalur lalu lintas. Jenazah Apiyah telah dibawa ke RSUD Indramayu untuk proses lebih lanjut. Sementara itu, pengemudi truk gandeng, Pramunaji, kini sedang menjalani pemeriksaan oleh pihak kepolisian untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan.

Kapolsek Sukra juga mengimbau kepada seluruh pengguna jalan, khususnya di jalur Pantura, agar selalu meningkatkan kewaspadaan. “Jalur Pantura dikenal padat dan rawan kecelakaan. Pengguna jalan harus lebih hati-hati dan selalu mematuhi peraturan lalu lintas,” tambah IPDA Nanang.

Jalur Pantura kerap menjadi lokasi kecelakaan karena arus lalu lintasnya yang padat dan didominasi kendaraan besar seperti truk dan bus. Selain itu, minimnya kesadaran pengendara untuk menjaga keselamatan sering kali menjadi pemicu kecelakaan fatal seperti yang terjadi kali ini.

Pihak kepolisian terus berupaya untuk meningkatkan pengawasan di jalur-jalur rawan kecelakaan, termasuk melalui patroli rutin dan sosialisasi keselamatan berkendara kepada masyarakat.

Kecelakaan ini menjadi pengingat betapa pentingnya kewaspadaan di jalan raya, terutama di kawasan rawan seperti Pantura. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita semua untuk lebih berhati-hati.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *