Indramayu, PillarDemokrasi.com – MZK Institute kembali menyelenggarakan webinar edukatif dalam rangkaian Journalism Series edisi ke-55 dengan tema “Syarat Menjadi Wartawan” pada Selasa (04/02/2025) pukul 19.30–20.30 WIB. Acara ini disiarkan langsung melalui Facebook dan mendapat respons positif dari para peserta, terutama kalangan pemula yang ingin terjun ke dunia jurnalistik.
Dalam webinar ini, Martha Syaflina, S.E., CAHR., selaku narasumber utama, menekankan bahwa menjadi wartawan tidak cukup hanya dengan memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) pers. Menurutnya, wartawan sejati harus memiliki kebiasaan membaca dan menulis setiap hari agar kemampuan jurnalistiknya terus berkembang.
“Baik atau buruknya tulisan di awal bukan masalah. terpenting adalah membangun kebiasaan menulis serta memiliki kemauan yang kuat untuk terus belajar,” ujar Martha.
Baca Juga:
- https://pillardemokrasi.com/mzk-institute-gelar-webinar-gratis-kupas-tuntas-syarat-menjadi-wartawan/
- https://pillardemokrasi.com/polresta-manokwari-tangkap-komplotan-begal-menjelang-hut-pi-ke-170/
- https://pillardemokrasi.com/kapolres-indramayu-hadiri-penanaman-serentak-agroforestri-dukung-ketahanan-pangan/
Ia juga mengkritisi fenomena banyaknya media merekrut wartawan tanpa proses magang atau pelatihan terlebih dahulu. “Saat ini banyak media memberikan KTA kepada wartawan baru, tetapi mereka belum bisa menulis berita, Ini menjadi tantangan bagi industri media untuk tetap menjaga standar jurnalistik,” tambahnya.
Selain membahas syarat menjadi wartawan, webinar ini juga menyoroti pentingnya peran media dalam menjaga kualitas jurnalistik. Martha menegaskan bahwa perusahaan media harus lebih selektif dalam merekrut wartawan dan memberikan pembinaan agar mereka memahami kode etik jurnalistik.
“Seorang wartawan harus memahami prinsip jurnalistik, seperti keberimbangan berita, verifikasi fakta, dan independensi. Jika tidak, maka media akan kehilangan kredibilitasnya,” paparnya.
Dengan perkembangan teknologi dan media digital saat ini, banyak orang dengan mudah mengklaim diri sebagai wartawan hanya karena memiliki akses ke platform berita online. Namun, Martha menekankan bahwa profesionalisme seorang jurnalis tetap harus dijaga, terutama dalam menyajikan informasi yang akurat dan bertanggung jawab.
Baca Juga:
- https://pillardemokrasi.com/polisi-gagalkan-tawuran-remaja-di-juntikedokan-enam-orang-diamankan/
- https://pillardemokrasi.com/bpbd-indramayu-secara-simbolis-serahkan-bantuan-untuk-korban-bencana-rob-di-eretan-kulon/
- https://pillardemokrasi.com/nampak-mengerikan-truk-dan-warung-makan-di-pantura-indramayu-rata-dengan-tanah-setelah-dilalap-api/
- https://pillardemokrasi.com/truk-terbakar-di-pantura-warung-ikan-bakar-ikut-ludes-dilalap-api/
- https://pillardemokrasi.com/ribuan-guru-honorer-seluruh-indonesia-demo-di-dpr-ri-tuntut-pengangkatan-penuh-waktu-tolak-status-paruh-waktu/
Webinar ini diikuti oleh berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, pegiat media, hingga wartawan pemula yang ingin memperdalam pemahaman mereka tentang dunia jurnalistik. Banyak peserta yang mengajukan pertanyaan seputar teknik menulis berita, cara membangun kredibilitas sebagai wartawan, hingga tantangan dalam menghadapi berita hoaks.
MZK Institute berharap diskusi ini dapat memberikan wawasan dan motivasi bagi mereka yang ingin berkarier di dunia jurnalistik secara profesional. “Kami akan terus mengadakan webinar seperti ini untuk mendukung jurnalisme yang berkualitas dan bertanggung jawab,” ujar perwakilan MZK Institute.
Dengan adanya edukasi seperti ini, diharapkan semakin banyak calon wartawan memahami bahwa menjadi jurnalis bukan hanya soal menulis berita, tetapi juga soal tanggung jawab dalam menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat.











